Make your own free website on Tripod.com

Perkuat diri menuju mardhotillah

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan (Al Hajj:78)

Assalamu'alaikum Wr.Wb.!

Ahlan wa Sahlan di Situs Thifan Pokhan

 

Agustus 2002

Syarat Mutlak BELA DIRI ISLAMI

1 Tidak ada syirik, 2Tidak ada maksiat, 3Menjaga fitrah manusia, 4Tidak menyerupai orang kafir.

 

Syarat Mutlak

 Syarat Mutlak yaitu syarat yang harus dipenuhi oleh bela diri yang menamakan dirinya bela diri islami dan apabila salah satu syarat ini gugur, maka bela diri tersebut tidak dapat dianggap islami. Yaitu:

 

1. Tidak ada Syirik Artinya dalam pelatihan bela diri Islami haruslah jauh dari faham dan gerakan yang dapat membuat seseorang menjadi musyrik atau rusak akhlaknya, seperti gerakan semedi dengan cara menghadap kepada suatu benda dengan membaca jampi-jampi atau mantra untuk mengundang jin atau syaithan, sehingga orang itu menjadi sakti dan dapat menjatuhkan musuh dari jarak jauh, sedangkan syirik adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah SWT, dan orang tersebut jika mati masih dalam keadaan seperti itu, maka ia kekal di dalam neraka dan semua amal ibadahnya  hangus, sebagaimana firman Allah QS 4:48, 6:88, 98:6).

 

Memang banyak bela diri yang mengajarkan mantra-mantra dan dicampur dengan ayat-ayat Al-Qur'an, sehingga orang awam mengira bahwa bela diri dan mantra-mantra tersebut dari agama Islam, padahal Islam tidak pernah mengajarkan hal seperti itu.

 

Mari kita tengok ke belakang, kepada sejarah perjuangan Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya. Apakah mereka berperang dengan jarak jauh dan jiwa mereka selamat dari serangan musuh? atau mereka turun ke medan perang dengan badan yang kebal dari tebasan pedang dan tusukan panah ?

Sejarah membuktikan bahwa Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya tidak kebal dari tebasan pedang atau tusukan panah, juga tidak berperang dari jarak jauh, beliau pernah terluka dalam perang Uhud dan sahabat-sahabatnya banyak yang syahid dimedan perang.

Ini membuktikan bahwa Al-Qur'an tidak digunakan untuk kekebalan dan kesaktian, akan tetapi ia adalah Kitab hidayah yang harus kita amalkan.

 

2. Tidak ada maksiat Artinya dalam pelatihan bela diri Islami harus memperhatikan aturan-aturan syariat Islam, dalam pelaksanaan latihan laki-laki harus dipisahkan dari perempuan dan juga pakaian yang dikenakan harus menutup aurat sesuai syariat Islam.

 

3. Menjaga Fitrah kemanusiaan Artinya gerakan-gerakan bela diri yang diajarkan harus memperhatikan keselamatan fitrah, dalam hal gerakan yang diajarkan kepada laki-laki harus sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengarah kepada kekuatan, kecepatan dan kelincahan. Jika ia melakukan gerakan-gerakan lembut seperti gerakan perempuan, maka ia akan memiliki karakter perempuan. Begitu pula dengan perempuan, gerakan yang diajarkan harus sesuai dengan fitrahnya, karena seorang perempuan jika diajarkan seperti gerakan laki-laki, maka tubuhnya akan menjadi kekar dan kasar yang akhirnya akan berdampak kepada fitrahnya.

 

4. Tidak menyerupai orang kafir Al-Islam adalah agama integral dan menyeluruh mencakup segala hal termasuk cara berpakaian, cara menghormat dan cara bersalaman. Dalam bela diri seorang muslim tidak diperkenankan mengikuti cara-cara orang kafir, terutama dalam cara menghormat dan bersalaman, karena tata cara yang dilakukan mereka bersumber pada kitab suci mereka yang pernuh dengan filsafat kepercayaan mereka.

 

 

 

 

 

Design by:

Atraw

February 2002

 

Design for:

Thifan Po Khan Zho Lanah Jakarta

 

thank's for  www.tripod.com 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ALLAHU AKBAR ...!

Kami berharap semoga bukti ini dapat menyadarkan para pecinta bela diri bahwa bela diri Islami tidak kalah dengan magic.

Kalimat itulah yang kami ucapkan setelah kami lolos dari terkaman harimau magic. Ikhwah fillah, seperti kebiasaan kami, pada saat pembukaan lanah baru kami berusaha memperagakan jurus-jurus dan kelincahan yang akan dipelajari nanti. 

 

Pada hari Ahad tgl 25 Agt 2002 yang lalu kami melakukan peragaan di DPRa Pegadungan-Kalideres, dengan dihadiri oleh ikhwah-ikhwah dari daerah tsb. Pada saat peragaan jurus harimau oleh Fahrizal, tiba-tiba dari pinggir arena melompat seseorang yang mengaum bak harimau, auman, cara berjalan maupun terkamannya. Suasana sempat mendebarkan kami dan hadirin karena kemungkinan akan terjadi adu kekuatan yang sebenarnya, bukan latihan lagi. Kami menunggu apa yang akan terjadi antara Fahrizal dengan orang tersebut. Orang tersebut dengan cepat menyerang dengan lompatan harimaunya ke arah Fahrizal. Dan pada saat yang tidak terduga, orang tersebut terlempar jauh ke belakang, kemudian bangkit lagi dan menyerang lagi... terlempat lagi. Sampai berkali-kali dan akhirnya tidak kuat lagi untuk bangkit. 

 

Kamipun penasaran, karena ini kejadian yang unik. Setelah itu kami bertanya:

"Apakah antum sadar apa yang antum lakukan tadi?" Dijawab "Ya saya sadar, tetapi saya tidak dapat menahan keinginan tenaga dalam saya untuk menyerang. Tetapi saya heran, kenapa saya tidak dapat mengalahkan Rizal, seakan ada tembok yang menghalangi. Padahal biasanya daya dapat mengalahkan 10 orang sekaligus" Ternyata orang tersebut mempunyai ilmu yang dapat berubah bagaikan harimau. Baik Suara, gaya, kekuatan dan sebagainya. Persis.        

 

Kamipun bersyukur, inilah kekuasaan Allah. Dath telah mengalahkan magic. Kami berharap semoga bukti ini dapat menyadarkan para pecinta bela diri bahwa bela diri Islami tidak kalah dengan magic.

 

Ikhwahfillah, pada bulan Agustus ini kami telah membuka 4 lanah baru. Tentu saja hal ini tidak lepas dari bantuan ikhwah kita di lanah tersebut,  yaitu di Masjid Sunda Kelapa, Masjid Al Madani, dan Alhamdulillah Kami juga telah membuka Thifan Kid di SDIT Ummul Quro-Depok. Jazakumullah kami sampaikan kepada pengurus Masjid Sunda Kelapa, Masjid Al Madani dan SDIT Ummul Quro.

 

 

 

 

 

Membina akhlak dan jasad.